Mimpi BURUK
Tak seperti biasanya malam
ini aku tak bisa tidur cepat hanya karena tidur siang. padahal
tidur siang bukanlah kebiasaanku. Mungkin karena
kesibukanku. Sudah kucoba untuk melelapkan mata tapi tak berhasil.
Sekarang jam sudah menunjukkan setengah 12. jika aku
tidak tidur pagi ini akan sangat terlambat bangun. Itu berarti aku harus
menyiapkan kupingku untuk mendengarkan semua omelan mama dan siap menjawab kata
Ya, ya dan ya.
Terlihat buku dengan
ketebalan sekitar 150 page di atas meja.
Sebuah buku cerpen yang selalu menemaniku
ketika bosan ataupun sendirian. Rasanya sudah berpuluh-puluh kali aku
membacanya dan haruskah malam ini membacanya lagi.
uhh!! ini sungguh
menyebalkan. Kataku sambil membolak-balik cerpen yang
berjudul TATANGAR. Pikiranku melayang kemana-mana, tanpa pikir panjang ku ambil netbook
ku buka word dan siap merangkai kata demi kata.. rencananya
sih pengen membuat cerpen.
***
Tiba-tiba teringat akan sebuah pengalaman 2
tahun yang lalu, tepatnya pada bulan ramadhan. Seperti biasa kegiatan yang dilakukan adalah
bangun sahur. Bangun dengan sedikit malas, membantu
mama didapur harus memasak dan menyiapkan makan sahur. Aku bukanlah seseorang yang ahli dalam memasak. Kebiasaan
dalam memasak sedikit meningkat sejak kakakku yang kedua menikah hanya
membantu sesuatu yang aku bisa. Memasak air, memasak nasi, dan cuci-cucian.
“Anaaaa!!“. Panggil ibuku
yang sedang sibuk dengan masakannya.
“Iyaa bu ada apa?”. Jawabku mendekat sambil nyegir terpesona
karena mencium sesuatu.
“Ini ada kerjaan buat kamu,
seperti biasa tolong yahh”. kata ibu tersenyum
“Oke boz!!”. Dengan
mengangkat tangan ke arah kening sebagai tanda hormat (emang mau upacara haha..)
Dengan sangat
hati-hati perlahan kuangat piring dan yang lainnya untuk dicuci dengan
pandangan mata kesekelilingku. Terlihat setengah
bulan muncul di permukaan langit, namun tak ada cahaya kerlap-kerlip satupun.
Baru kusadari bulan dikelilingi oleh garis melingkar seperti cincin yang
dinamakan payung bulan. Menurut orang-orang jika bulan berbentuk seperti itu
pertanda akan hujan lebat.
“Hmmm...hebat
ya bukan manusia aja yang punya payung untuk berlindung dari hujan, tapi bulan
juga punya. Hehe”. gumamku
Suasana
terasa dingin, angin berhembus membuat pohon-pohon bergoyang, seolah-olah
memberikan mereka nyawa. nyamuk berserakan dimana-mana,
Tatkala mataku terhenti pada satu titik. Seekor kunang-kunang dengan sayapnya terbang dan singgah di daun pisang. Teringat akan sebuah
cerita orang-orang terdahulu bahwa
kunang-kunang adalah jelmaan dari hantu. Jika itu
benar tentu saja ada banyak hantu membuatku sedikit merinding. Akupun
menghentikan pikiranku itu karena tak ingin membuatku takut.
Kubuka kran air dan Opps!!..seekor
kunang-kunang terhempas air dan terjatuh.
“Sorry, aku tak sengaja”.
kataku sambil menggigit jari dan mengangkat bahu serta tanganku karena merasa
itu bukan masalah yang besar. Kejadian tadi begitu mudah kulupakan seolah-olah
tak pernah terjadi.
Tiba-tiba
sontak aku berhenti mengetik naskah cerpenku teringat keseraman pengalamanku. kulihat
sekeliling kamarku rasa ngeri dan pikiran-pikiran mulai timbul di otakku..ku
coba hilangkan namun tak bisa, akhirnya dari pada ketakutan dan tak bisa
konsentrasi menyelesaikan cerpenku, aku tutup saja Netbook ku dan tidur.
Tapi tentu
saja tidak semudah itu aku tidur. Banyak pikiran yang menggangguku, saat itu
aku hanya tidur sendirian, ibuku sendirian dan ayahku juga sendirian tidur
disebelah. Perlahan-lahan aku mencoba ingin ke sebelah tidur dengan mamaku
mungkin akan lebih baik. Tapi ku urungkan pasti suasana nya disebelah pasti
terasa panas. perlahan lahan ku coba untuk tidur dan membuang semua
pikiran-pikiran yang bukan-bukan dan mengingat sesuatu yang menyaenangkan, tak
lupa juga aku berdoa..hingga aku tertidur lelap.
Pagi yang
cerah menyambutku dengan senyuman dan kehangatan yang mendalam. Usai
menyelesaikan pekerjaan rumah aku menyempatkan diri untuk duduk-duduk di kursi
ruang tamu.
Lagi-lagi
pikiranku melayang ke arah cerpen yang belum terselesaikan. Kubuka Netbook dan
mulai menulis...
***
Selesai makan sahur aku
harus tidur karena mataku yang tak bersahabat dan pikiranku yang sudah tak
mampu berpikir.
Ku hempaskan tubuhku dengan
kasur yang empuk dan siap untuk memulai mimpi. Di tambah suasana sepi, senyap,
dingin membuatku begitu cepat tertidur.
Akupun tertidur dengan
pulasnya dengan mimpi yang indah seolah secepat kilat berlalu. Berganti dengan
sebuah mimpi buruk. Aku berjalan menuju warung untuk membeli sesuatu. Untuk
menuju kesana aku harus melalui jalan yang sepi tak banyak rumah dan gelap.
Terlihat sebuah lahan yang tak berpenghuni dengan ditumbuhi rumput dan
semak-semak belukar, rasanya angin bagitu bersemangat berlari-lari melewati
berbagai celah-celah malam. Suara burung dan hewan malam menambah suasana
menjadi mencekam.
Langkah semakin ku percepat sampai pada suatu tampat yang
tentunya tidak asing lagi bagiku, sebuah lahan yang tanpa ditanami
sayur-sayuran atau buah-buahan, hanya sebatang pohon kelapa dan tumbuhan rumput
semak belukar yang ada disana. Lahan itu terlihat begitu menyeramkan dari yang
aku lihat biasanya. Sesekali terlihat kuburan atau nampak seseorang disana..
Meski takut, ku coba
mendekat karena merasa sangat penasaran,, tiba-tiba aku tersentak ketika
kulihat seekor kunang-kunang..kunang-kunang itu menatapku dengan berubah-ubah
menjadi sesosok manusia,, akupun berteriak dan terus berteriak, namun entah
kenapa rasanya suara ku tercekat...napasku tersengal-sengal hingga terbangun
dari mimpiku,, belum lagi ketika aku terbangun rasanya masih terlihat sesosok
itu dikamarku dan tempat tidurku seperti berputar-putar, entah itu karena
pengaruh mimpi itu atau apa, aku mulai mampu menenangkan diri dan langsung
membaca Ayat kursi dan seraya berdo’a dan minta maaf jika mimpiku ini
benar-benar dari kunang-kunang itu..sungguh aku minta maaf karena tak sengaja..
Aku tak
berani keluar kamar ataupun tempat tidur
karena sendirian dirumah, ayah, ibu, kakak dan adikku pergi ke mesjid
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar