Sabtu, 15 April 2017

Pengakuan

Hari itu, kuterima surat darimu
Kupikir, aku punya dua pilihan
Namun lebih memilih  untuk tak menghiraukannya
Karena pilihan-pilihan itu percuma
Percuma untuk dibahas

Aku s'lalu ingat kata-kata itu
Kau bilang "hayati, ... .. .

Jika memang cinta itu ada
Hanya perlu sebuah kunci
Untuk membuka pagar diantara kita

Namun, tak ada keinginan untuk mencari kunci tersebut
Baik dari diriku, ataupun dirimu
Mungkin aku terlalu lelah ataupun bahagia
Dengan keadaan ini
Atau hanya tak ingin

Terkadang aku berpikir
Bodoh jika tak mulai menyukaimu
Apalagi dengan berbagai kepedulian yang kau berikan

Tapi aku selalu menepisnya
"Jujur, kadang aku bahagia dengan hubungan kita seperti sekarang ini".

Kamis, 27 Februari 2014

SUASANA ITU

SUASANA ITU

Mata menatap penuh makna

makna tersirat dalam ribuan kata

hangatnya sinarmu yang terpancarkan

membuatku terpesona

seakan-akan  ini jelmaan surga dunia 

 

kulayangkan tangan sembari menikmati semua

kututup mata..

membiarkan semuanya membawaku melayang-layang

uhh!!!

terasa hembusan angin menjalar diseluruh tubuhku

menyelimuti hati yang sedang merindu..

merindu keindahan yang terpendam dalam hati

Dan akhirnya..

terbayarlah rindu itu kini

 

ku buka mata..

namun sulit,,

seperti kilauan yang menusuk-nusuk

tak mengizinkan mata terbuka

bahkan untuk selamanya.

 

 

Mimpi BURUK

Tak seperti biasanya malam ini aku tak bisa tidur cepat hanya karena tidur siang. padahal tidur siang bukanlah kebiasaanku. Mungkin karena kesibukanku. Sudah kucoba untuk melelapkan mata tapi tak berhasil. Sekarang jam sudah menunjukkan setengah 12. jika aku tidak tidur pagi ini akan sangat terlambat bangun. Itu berarti aku harus menyiapkan kupingku untuk mendengarkan semua omelan mama dan siap menjawab kata Ya, ya dan ya.

Terlihat buku dengan ketebalan sekitar 150 page di atas meja. Sebuah buku cerpen yang selalu menemaniku ketika bosan ataupun sendirian. Rasanya sudah berpuluh-puluh kali aku membacanya dan haruskah malam ini membacanya lagi.

uhh!! ini sungguh menyebalkan. Kataku sambil membolak-balik cerpen yang berjudul TATANGAR. Pikiranku melayang kemana-mana, tanpa pikir panjang ku ambil netbook ku buka word dan siap merangkai kata demi kata.. rencananya sih pengen membuat cerpen.

***

 Tiba-tiba teringat akan sebuah pengalaman 2 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan ramadhan.  Seperti biasa kegiatan yang dilakukan adalah bangun sahur. Bangun dengan sedikit malas, membantu mama didapur harus memasak dan menyiapkan makan sahur. Aku bukanlah seseorang yang ahli dalam memasak. Kebiasaan dalam memasak sedikit meningkat sejak kakakku yang kedua menikah hanya membantu sesuatu yang aku bisa. Memasak air, memasak nasi, dan cuci-cucian.

“Anaaaa!!“. Panggil ibuku yang sedang sibuk dengan masakannya.

“Iyaa bu ada apa?”.  Jawabku mendekat sambil nyegir terpesona karena mencium sesuatu.

“Ini ada kerjaan buat kamu, seperti biasa tolong yahh”. kata ibu tersenyum

“Oke boz!!”. Dengan mengangkat tangan ke arah kening sebagai tanda hormat (emang mau upacara haha..)

Dengan sangat hati-hati perlahan kuangat piring dan yang lainnya untuk dicuci dengan pandangan mata kesekelilingku. Terlihat setengah bulan muncul di permukaan langit, namun tak ada cahaya kerlap-kerlip satupun. Baru kusadari bulan dikelilingi oleh garis melingkar seperti cincin yang dinamakan payung bulan. Menurut orang-orang jika bulan berbentuk seperti itu pertanda akan hujan lebat.

“Hmmm...hebat ya bukan manusia aja yang punya payung untuk berlindung dari hujan, tapi bulan juga punya. Hehe”. gumamku

Suasana terasa dingin, angin berhembus membuat pohon-pohon bergoyang, seolah-olah memberikan mereka nyawa. nyamuk berserakan dimana-mana,

Tatkala mataku terhenti pada satu titik. Seekor kunang-kunang dengan sayapnya terbang dan singgah di daun pisang. Teringat akan sebuah cerita orang-orang terdahulu bahwa kunang-kunang adalah jelmaan dari hantu. Jika itu benar tentu saja ada banyak hantu membuatku sedikit merinding. Akupun menghentikan pikiranku itu karena tak ingin membuatku takut.

Kubuka kran air dan Opps!!..seekor kunang-kunang terhempas air dan terjatuh.

“Sorry, aku tak sengaja”. kataku sambil menggigit jari dan mengangkat bahu serta tanganku karena merasa itu bukan masalah yang besar. Kejadian tadi begitu mudah kulupakan seolah-olah tak pernah terjadi.

Tiba-tiba sontak aku berhenti mengetik naskah cerpenku teringat keseraman pengalamanku. kulihat sekeliling kamarku rasa ngeri dan pikiran-pikiran mulai timbul di otakku..ku coba hilangkan namun tak bisa, akhirnya dari pada ketakutan dan tak bisa konsentrasi menyelesaikan cerpenku, aku tutup saja Netbook ku dan tidur.

Tapi tentu saja tidak semudah itu aku tidur. Banyak pikiran yang menggangguku, saat itu aku hanya tidur sendirian, ibuku sendirian dan ayahku juga sendirian tidur disebelah. Perlahan-lahan aku mencoba ingin ke sebelah tidur dengan mamaku mungkin akan lebih baik. Tapi ku urungkan pasti suasana nya disebelah pasti terasa panas. perlahan lahan ku coba untuk tidur dan membuang semua pikiran-pikiran yang bukan-bukan dan mengingat sesuatu yang menyaenangkan, tak lupa juga aku berdoa..hingga aku tertidur lelap.

Pagi yang cerah menyambutku dengan senyuman dan kehangatan yang mendalam. Usai menyelesaikan pekerjaan rumah aku menyempatkan diri untuk duduk-duduk di kursi ruang tamu.

Lagi-lagi pikiranku melayang ke arah cerpen yang belum terselesaikan. Kubuka Netbook dan mulai menulis...

***

Selesai makan sahur aku harus tidur karena mataku yang tak bersahabat dan pikiranku yang sudah tak mampu berpikir.

Ku hempaskan tubuhku dengan kasur yang empuk dan siap untuk memulai mimpi. Di tambah suasana sepi, senyap, dingin membuatku begitu cepat tertidur.

Akupun tertidur dengan pulasnya dengan mimpi yang indah seolah secepat kilat berlalu. Berganti dengan sebuah mimpi buruk. Aku berjalan menuju warung untuk membeli sesuatu. Untuk menuju kesana aku harus melalui jalan yang sepi tak banyak rumah dan gelap. Terlihat sebuah lahan yang tak berpenghuni dengan ditumbuhi rumput dan semak-semak belukar, rasanya angin bagitu bersemangat berlari-lari melewati berbagai celah-celah malam. Suara burung dan hewan malam menambah suasana menjadi mencekam.

Langkah semakin  ku percepat sampai pada suatu tampat yang tentunya tidak asing lagi bagiku, sebuah lahan yang tanpa ditanami sayur-sayuran atau buah-buahan, hanya sebatang pohon kelapa dan tumbuhan rumput semak belukar yang ada disana. Lahan itu terlihat begitu menyeramkan dari yang aku lihat biasanya. Sesekali terlihat kuburan atau nampak seseorang disana..

Meski takut, ku coba mendekat karena merasa sangat penasaran,, tiba-tiba aku tersentak ketika kulihat seekor kunang-kunang..kunang-kunang itu menatapku dengan berubah-ubah menjadi sesosok manusia,, akupun berteriak dan terus berteriak, namun entah kenapa rasanya suara ku tercekat...napasku tersengal-sengal hingga terbangun dari mimpiku,, belum lagi ketika aku terbangun rasanya masih terlihat sesosok itu dikamarku dan tempat tidurku seperti berputar-putar, entah itu karena pengaruh mimpi itu atau apa, aku mulai mampu menenangkan diri dan langsung membaca Ayat kursi dan seraya berdo’a dan minta maaf jika mimpiku ini benar-benar dari kunang-kunang itu..sungguh aku minta maaf karena tak sengaja..

Aku tak berani keluar kamar ataupun  tempat tidur karena sendirian dirumah, ayah, ibu, kakak dan adikku pergi ke mesjid

***

Masih Ingatkah Kalian

Masih Ingatkah kalian..

12 Desember 2013 pukul 21:33
Saat itu..
Musim Hujan telah tiba..
Senang, sedih, canda tawa, bercampur semunya
Entah semua itu penyebabnya apa..
hanya Tuhan, Alam dan kami yang tau, bahkan mungkin orang lain_

ingat_Mungkin

Disuatu Malam
Cuaca yang tak bersahabat datang..
Hujan mulai mengetuk pintu..
Angin mulai sibuk dengan aktivitasnya..

Perasaan tak enak datang..
Semua tlah dpersiapkan..
hanya perasaan kwatir yang ada.
Lalu menunggu..
menunggu dan menunggu..
Dan..

Semuanya telah musnah
Hancur..
Hanya....
kotak ajaib
Kursi kekuasaan, dan
Ponco keberuntungan..
yang digunakan untuk memulai mimpi yang indah..

Dan ..
dan menyambut pagi..


Haha..
Hayoouu masih ingatkah kalian..