Hari itu, kuterima surat darimu
Kupikir, aku punya dua pilihan
Namun lebih memilih untuk tak menghiraukannya
Karena pilihan-pilihan itu percuma
Percuma untuk dibahas
Aku s'lalu ingat kata-kata itu
Kau bilang "hayati, ... .. .
Jika memang cinta itu ada
Hanya perlu sebuah kunci
Untuk membuka pagar diantara kita
Namun, tak ada keinginan untuk mencari kunci tersebut
Baik dari diriku, ataupun dirimu
Mungkin aku terlalu lelah ataupun bahagia
Dengan keadaan ini
Atau hanya tak ingin
Terkadang aku berpikir
Bodoh jika tak mulai menyukaimu
Apalagi dengan berbagai kepedulian yang kau berikan
Tapi aku selalu menepisnya
"Jujur, kadang aku bahagia dengan hubungan kita seperti sekarang ini".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar